Pernyataan tersebut muncul setelah adanya kasus di Amerika Serikat. Di Amerika Serikat, banyak anak yang kecanduan terhadap I-Doser. Di Dubai sendiri sudah banyak memblokir situs-situs yang memasarkan aplikasi ini karena menurut mereka, efek dari aplikasi ini memiliki efek yang sama dengan ganja.
Dalam situs resminya, I-Doser merupakan sebuah perusahaan yang memproduksi gelombak otak Binaural yang bisa diputar pada pemutar CD dan MP3. I-Doser dibuat dengan tujuan untuk memanipulasi suasana hati. Dengan memperdengarkan dua suara yang fekuensinya mirip pada telinga konsumennya, otak kemudian akan merespon kedua suara tersebut dan menghasilkan suara ketiga yang disebut dengan binaural beat.
Binaural beat juga disebut dengan binaural tone, ditemukan oleh Heinrich Wilhelm Dove tahun 1839 yang kemudian booming pada abad ke-20. Binaural beat pada era itu digunakan untuk relaksasi, meditasi, dan kreativitas. Suara ini memberikan efek yang tergantung dari berapa frekuensinya. Frekuensi nada harus berada di bawah 1.000 Hz dan perbedaan antara dua nada yang dibuat untuk memancing respon otak harus kecil; kurang dari atau sama dengan 30 Hz.
Tiga peneliti dari Inggris, R. Padmanabhan, A. J. Hildreth dan D. Laws mempelajari apakah musik dan suara bisa menolong pasien-pasien yang mengalami rasa cemas berlebih sebelum menjalankan operasi. Mereka kemudian menemukan bahwa binaural beat bisa menurunkan tingkat rasa cemas yang berlebihan yang terjadi sebelum pasien menjalankan operasi.
Diolah dari : bintanga.com "6 Fakta I-Doser 'Narkoba Digital' yang Mungkin Belum Kamu Ketahui"
Tidak ada komentar:
Posting Komentar